Jangan Salah, Ini Dia Perbedaan Antara Pamflet dengan Brosur

by Jeffrey Ansen

Jika Anda bekerja di bidang percetakan maupun periklanan, istilah pamflet maupun brosur tentu sudah tidak asing lagi. Namun bagi orang awam, keduanya terlihat seperti dua item yang sama. Sama-sama dicetak dengan menggunakan kertas dengan berbagai informasi penting ada di dalamnya. Sebenarnya, apa perbedaan pamflet dan brosur?

Ketika memesan materi informasi untuk perusahaan atau produk dalam bentuk booklet kecil, pamflet dan brosur adalah dua alat promosi yang sering digunakan. Secara umum, pamflet terlihat sangat mirip dengan brosur. Namun, jika ditelusuri lebih lanjut, ada beberapa hal yang membedakan keduanya. Untuk lebih memahaminya, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu definisi keduanya.

Pamflet

Berdasarkan pengertiannya, pamflet adalah buku yang tidak dijilid dan diberi sampul. Pamflet bisa terdiri dari selembar kertas yang dicetak pada kedua sisinya dan dilipat menjadi dua, sepertiga, atau seperempat yang disebut selebaran. Ada juga yang mencetak pamflet dengan beberapa halaman yang dilipat menjadi dua dan dijepit hekter di bagian lipatan menjadi buku sederhana.

Dalam International Standardization of Statistics Relating to Book Production and Periodicals, UNESCO mendefinisikan pamflet sebagai publikasi cetak yang tidak diterbitkan secara berkala dengan jumlah halaman kurang dari 48 halaman tidak termasuk sampul. Pamflet biasanya diterbitkan di negara atau tempat tertentu dan tersedia untuk umum.

Ciri-ciri dan Jenis-jenis Pamflet

Pamflet memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan material cetak lainnya antara lain:

  1. Berisi informasi yang singkat dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pembacanya.
  2. Materi di dalamnya bisa sekadar informasi biasa, bisa juga sebagai bentuk penawaran produk atau jasa.
  3. Bersifat persuasif. Tulisan yang terdapat dalam lembaran pamflet biasanya dibuat dengan tujuan untuk memengaruhi orang yang membacanya untuk mengikuti aksi atau pemahaman dari tulisan yang tertera pada pamflet.
  4. Struktur baik dari segi desain, tulisan maupun gambar dibuat sedemikian rupa agar mudah dipahami oleh orang banyak.

Pamflet dibuat dengan berbagai tujuan. Ada yang sekadar memberikan edukasi seperti pamflet bagaimana cara menerapkan protokol kesehatan selama pandemi atau bagaimana cara hidup sehat di tengah wabah. Bisa juga berisi tentang promosi produk dan jasa yang merupakan bagian dari teknik marketing sebuah perusahaan.

Ada beberapa jenis pamflet yang paling umum digunakan yakni:

  1. Pamflet Politik. Seperti namanya, pamflet ini berisi informasi yang sifatnya politik. Contoh paling umum adalah kampanye dari calon pasangan wali kota atau kepala daerah lainnya. Pamflet politik mengajak para pembaca untuk mengikuti pemahaman politik dari orang atau lembaga yang membuatnya.
  2. Pamflet niaga. Jenis pamflet ini dikenal juga dengan sebutan pamflet komersial. Biasanya produsen tidak hanya memberikan informasi mengenai produk atau layanan yang mereka jual tetapi juga berbagai promo seperti diskon atau penawaran yang hanya berlaku dalam periode tertentu.
  3. Pamflet Pendidikan. Pamflet ini mengandung informasi yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Contoh paling umum adalah pamflet pemberitahuan tentang lomba dan lain sebagainya.
  4. Pamflet kegiatan. Pamflet kegiatan berisi informasi tentang sebuah kegiatan sembari mengajak para pembaca untuk ikut serta dalam aktivitas tersebut. Contohnya saja pamflet pengumuman tentang adanya seminar atau festival.

Brosur

Sama seperti pamflet, penggunaan brosur dalam dunia pemasaran juga sudah sejak sangat lama dilakukan. Jika dilihat dari pengertianya, brosur adalah kertas yang berisi informasi (kadang juga digunakan sebagai media promosi) yang bisa dilipat menjadi dua (bi-fold) atau bahkan tiga (tri-fold). Istilah brosur juga bisa digunakan untuk menyebut satu set kertas-kertas yang saling berhubungan yang digabungkan dalam satu folder map.

Brosur merupakan materi promosi yang banyak digunakan untuk memperkenalkan produk, perusahaan, organisasi, dan layanan. Tujuannya adalah agar publik mengenal dan mengetahui apa saja keunggulan dari produk atau layanan yang ditawarkan.

Brosur bisa dibagi-bagikan kepada publik dengan berbagai cara. Ada yang memasukkannya sebagai lembar tambahan dalam surat kabar, dibagi-bagikan langsung di tempat umum, dikirimkan melalui pos atau diletakkan di rak dengan area yang ramai dilalui orang. Brosur juga sering dianggap sebagai bagian dari jurnalisme abu-abu.

Jenis-jenis Brosur

Selain dalam bentuk cetak, brosur juga ada yang dibuat dalam format elektronik yang kita kenal sebagai e-brochure. Brosur elektronik memungkikan distribusi yang tidak terbatas dan hemat biaya. Namun, jangkauan penyebarannya hanya ada pada alat-alat elektronik saja. Artinya, Anda tidak bisa membagi-bagikannya secara offline karena tidak berwujud.

Jenis brosur yang paling umum adalah brosur lipat ganda atau bi-fold. Satu lembar dicetak pada kedua sisinya kemudian dilipat menjadi dua. Ada juga jenis tri-fold di mana satu lembar kertas dicetak pada kedua sisinya dan dilipat menjadi tiga.

Selain kedua jenis lipatan ini, brosur juga bisa dilipat dengan metode akordeon atau z-fold, metode lipatan c-fold dan lain sebagainya. Lembaran yang berukuran lebih besar seperti lembaran dengan peta yang terperinci atau foto yang berukuran besar bisa dilipat menjadi empat, lima, bahkan enam panel.

Ada juga jenis brosur booklet yang dibuat dari beberapa lembar yang dijilid sempurna seperti buku dengan sampul tipis. Brosur semacam ini biasanya terdiri dari delapan panel atau lebih.

Perbedaan Pamflet dan Brosur

Melihat dari definisinya, pamflet dengan brosur memang terkesan sangat mirip. Namun beberapa poin-poin berikut ini akan membantu Anda lebih memahami perbedaan antara keduanya.

Pamflet:

  • Lebih sering dicetak dengan menggunakan satu halaman saja. Kadang memang dilipat tetapi itu jarang dilakukan.
  • Ada pamflet yang dibuat dengan jumlah halaman lebih dari satu, tetapi Anda mungkin jarang menemukannya.
  • Meski ada yang menggunakannya sebagai materi promosi, pamflet cenderung berisi informasi yang sifatnya edukatif atau mendidik.
  • Dibuat dengan tujuan membangun kesadaran tentang berbagai isu atau masalah.

Brosur:

  • Dicetak menjadi beberapa halaman yang saling bersambung atau berhubungan.
  • Untuk bentuk cetak, ukuran kertas yang disediakan oleh pihak percetakan untuk membuat brosur lebih bervariasi.
  • Isinya sangat variatif dan mengandung berbagai topik.
  • Umumnya menggunakan banyak gambar maupun grafik. Kalaupun ada teks, sifatnya hanya pendukung saja.
  • Informasi yang paling sering dimuat dalam brosur biasanya mengenai sebuah produk, layanan, atau fitur-fitur khusus dari produk tertentu.
  • Tidak sekadar memiliki nilai edukatif, brosur dibuat dengan tujuan utama untuk promosi.

Secara ringkas, pamflet lebih banyak digunakan untuk menyampaikan materi yang sifatnya informatif dan nonkomersial. Sementara itu, brosur umumnya dibuat dengan tujuan untuk mempromosilkan sebuah produk atau layanan. Anda bisa menggunakan salah satu atau keduanya untuk tujuan pemasaran.

Demikianlah perbedaan pamflet dan brosur yang sebaiknya Anda ketahui. Semoga dengan informasi ini Anda bisa lebih mudah menentukan alat promosi mana yang paling sesuai dengan tujuan bisnis Anda.

You may also like

Leave a Comment