Tips Membuat Desain Stiker Label untuk Pemula

by Jeffrey Ansen

Ada banyak cara untuk mempromosikan bisnis. Mulai dari beriklan di media sosial hingga membagikan brosur. Promosi suatu produk juga bisa dilakukan melalui stiker label. Desain stiker atau label yang unik akan menjadi daya tarik bagi calon pelanggan. Apalagi jika stiker tersebut merupakan hasil desain sendiri. Berencana untuk membuat desain stiker label? Yuk, simak beberapa tipsnya.

 

1. Pilih dan Gunakan Aplikasi Desain yang Tepat

Tips pertama yang bisa Anda lakukan dalam membuat stiker label adalah memilih dan menggunakan aplikasi desain yang tepat. Ada banyak sekali macam software desain grafis yang bisa digunakan untuk membuat desain, seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Adobe Indesign, CorelDraw, GIMP, Microsoft Publisher, atau InkScape. 

Pilih aplikasi yang mudah dalam penggunaannya serta memiliki hasil gambar yang tidak akan pecah atau bermasalah, seperti missing font, ketika fail atau file tersebut dibuka di komputer lain. Selain itu, pastikan aplikasi tersebut bisa menyimpan fail desain dalam bentuk PDF atau EPS.

 

2. Perhatikan Penggunaan Bleed

Tips selanjutnya adalah perhatikan penggunaan bleedBleed sendiri merupakan area tambahan di luar ukuran pada sebuah halaman (artboard). Tambahkan bleed sedikitnya 1/8 inci dengan hasil desain ke akun agar pergeseran pemotongan label atau stiker lebih rapi. 

Tujuan menambahkan bleed adalah agar tidak ada irisan putih yang muncul di sekitar tepian hasil desain. Jika Anda membuat die-cut label atau stiker tanpa tepi serta stiker dengan latar belakang berwarna, biasanya proses pencetakan akan menggunakan bantalan putih di sekitar area untuk mencegah ketidaksengajaan pemotongan bagian desain.

 

3. Kenali dan Pahami Jenis Material

Tips selanjutnya yang harus diperhatikan adalah kenali dan pahami jenis bahan stiker. Bahan label atau stiker memiliki berbagai jenis material, seperti stiker vinil ritrama (politape), stiker transparan, stiker oracal, stiker scotlight, stiker one way vision, stiker chromo, dan stiker HVS. Pemilihan material tergantung pada metode pencetakan sehingga akan berimbas pada tampilan hasil stiker atau label. 

Apakah stiker tersebut akan digunakan di dalam atau di luar ruangan? Apakah stiker membutuhkan lapisan atau laminasi untuk melindungi desain? Apakah hasil akhir stiker atau label bisa dilepas atau bersifat permanen? Semua pertanyaan tersebut harus dijawab sebelum memilih jenis material untuk desain stiker label.

 

4. Buat Desain yang Simpel

Ketika mendesain stiker, pastikan desain yang dibuat lebih simpel. Hal ini bertujuan agar dapat menarik perhatian banyak orang. Desain yang simpel juga akan membuat hasil cetak lebih bagus. Kesalahan cetak pun dapat diminimalisasi.

 

5. Pilih Kombinasi Warna yang Tepat

Pemilihan warna yang tepat untuk desain menjadi tips selanjutnya yang harus diperhatikan ketika dalam proses mendesain label atau stiker produk. Kesalahan dalam memilih warna akan berimbas pada hasil desain yang tidak menarik. 

 

Jika Anda menginginkan produk yang “eye-catching” dari segi warna, lakukan riset terhadap stiker atau label produk dari berbagai kompetitor. Gunakan warna yang paling sering digunakan kompetitor pada label stiker produknya. Selain itu, pertimbangkan untuk memilih warna kuning dan merah. Kedua warna tersebut memiliki efek ceria dan atraktif sehingga calon pelanggan akan lebih memperhatikan  promosi produk dalam stiker label tersebut.

 

6. Pilih Huruf yang Tepat

Selain pemilihan warna, pemilihan jenis huruf juga esensial dalam menciptakan desain stiker label yang atraktif. Anda bisa berkreasi dengan berbagai jenis huruf yang ada. Akan tetapi, pemilihan huruf yang mudah dibaca lebih efektif daripada pemilihan huruf yang rumit dan sulit dibaca. 

 

7. Perhatikan Resolusi

Tips terakhir yang bisa diterapkan saat mendesain stiker label adalah pemilihan resolusi. Hasil desain yang memiliki resolusi kecil akan menimbulkan masalah ketika akan mencetak dalam ukuran besar. 

Sebaliknya, jika hasil desain berukuran besar akan dicetak dalam bentuk stiker label, akan berimbas pada kualitas stiker label yang rendah dan gambar tepi yang kabur. Agar kedua masalah tersebut tidak terjadi, atur gambar desain menjadi dpi file 350.

 

Inilah tips membuat desain stiker label untuk pemula. Semoga tips-tips ini bisa membantu Anda dalam membuat desain label yang keren dan berkualitas. Tentu saja semua tips tersebut harus diaplikasikan agar dapat menghasilkan desain yang diinginkan. Selain itu, perbanyak membaca informasi seputar percetakan dan desain grafis di Solusi Printing.

You may also like

Leave a Comment